King's speech mungkin salah satu dari film yang ditunggu oleh para penonton di Indonesia, terutama karena beberapa nominasi Oscar yang didapatkan. Mungkin ini kembali membuktikan argumen saya, bahwa film yang didasarkan pada kisah nyata atau sejarah, lebih mudah untuk disukai para penonton.
Secara singkat, film King's Speech menceritakan mengenai kisah pangeran Albert (Colin Firth) yang menderita penyakit gagap dalam menghadapi perjuangannya sebagai seorang raja, terutama ketika dihadapkan dalam tugas memberikan pidato kenegaraan. Situasi perang dunia pada saat itu, benar - benar menuntut seorang raja yang dapat membangkitkan semangat dari para warganya, dan tentu memberikan pidato ke rakyat bukanlah hal yang disukai oleh pangeran Albert, karena ia gagap.
Ditengah keputus asaan dalam menyembuhkan peyakitnya, Elizabeth (Helena Bonham Carter), istri dari pangeran Albert, berhasil menemukan seorang ahli penyembuhan penyakit gagap eksentrik yang bernama Lionel Logue (Geoffrey Rush), maka dimulai lah usaha mereka untuk menyembuhkan penyakit gagap sang pangeran. Metode aneh Logue, ternyata berhasil untuk membantu Albert untuk berbicara secara lebih lancar, walaupun masih tetap gagap, tetapi terjadi peningkatan yang signifikan, oleh sebab itu Albert dan Logue menjadi teman baik.
Klimaks terjadi pada saat sang ayah, King George V meninggal dunia, dan Albert harus nae menjadi raja menggantikan sang ayah, karena sang kakak, Raja Edward VIII (Guy Pearce), memilih meninggalkan tahtanya untuk kawin dengan seorang janda. Mau tak mau Albert yang harus mengambil kewajiban untuk menjadi seorang raja, dan tentu... apa yang ditakutkan Albert selama ini menjadi nyata, ia harus melakukan pidato kenegaraan. Logue yang menjadi terapis dari Albert, berusaha untuk membantu agar Albert dapat melakukan pidato kenegaraan secara baik.
Intinya film ini menceritakan kisah perjuangan seorang pangeran Albert yang gagap, yang akhirnya menjadi raja Inggris, dalam menjalankan perannya sebagai seorang raja, tetapi dalam ruang lingkup yang lebih sempit. Kita semua tahu bahwa memberikan pidato kenegaraan adalah sebagian kecil dari tugas seorang raja, tetapi dengan situasi perang dunia dan kenyataan bahwa sang raja mempunyai penyakit gagap, Tom Hooper (sang sutradara) berhasil membuat seolah - olah hal ini menjadi hal menyangkut hidup dan mati, dan tentunya ia berhasil menarik penonton kedalam perasaan tersebut. Tapi yah tetap jalan ceritanya sangat simple, tapi menurut saya, tidak membuat bosan penonton.
| Runtime : 118 min. |
| Staring : Helena Bonham Carter, Colin Firth, Geoffrey Rush |
| Director : Tom Hooper |
| Studio : The Weinstein Company and Uk Film Council |

Tidak ada komentar:
Posting Komentar